dj siska

New Design

Selasa, 12 Mei 2015
no image

Teknik Servis, Passing, Smash, Blocking, dan Posisi Pemain Dalam Permainan Bola Voli

  •  Servis

Servis pada zaman sekarang bukan lagi sebagai awal dari suatu permainan atau sekedar menyajikan bola, tetapi sebagai suatu serangan pertama bagi regu yang melakukan servis. Servis terdiri dari servis tangan bawah dan servis tangan atas.Servis tangan atas dibedakan lagi atas tennis servis,floating dan cekis.
  1. servis tangan bawah
    1. mula-mula pemain berdiri dipetak servis dengan kaki kiri lebih kedepan dari kaki kanan.
    2. bola dipegang dengan tangan kiri
    3. bola dilambungkan tidak terlalu tinggi,tangan kanan ditarik ke bawah belakang
    4. setelah bola kira-kira setinggi pinggang,lengan kanan diayunkan lurus kedepan untuk memukul bola
    5. telapak tangan menghadap bola dan tangan ditegangkan untuk mendapat pantulan yang sempurna,tangan dapat pula menggenggam.

    2. servis tangan atas dibedakan atas :
  1. tennis servis
    1. sikap persiapan dimulai dengan mengambil posisi kaki kiri lebih kedepan, kedua lutut agak rendah
    2. tangan kiri dan kanan bersama-sama memegang bola,tangan kirimenyangga bola,tangan kanan di atas bola.
    3. bola dilambungkan dengan tangan kiri kira-kira 1/2 meter di atas kepala
    4. tangan kanan ditarik kebelakang atas kepala,menghadap depan
    5. lakukan gerakan seperti mensmesh bola,perhatian terpusat pada bola
    6. lecutan tangan diperlukan pada saat perkenaan bola.
  1. floating servis
    1. posisi kaki sama seperti tennis servis
    2. tangan kiri memegang bola dan tangan kanan disamping setinggi pelipis
    3. dengan tangan kiri bola dilambungkan ssedikit kesamping kanan tidak terlalu tinggi
    4. setelah bola melambung keatas setinggi kepala, tangan kanan dipukulkan pada bagian tengah bola.
    5. pukulan float dapat dilakukan dengan beberapa cara:
      1. dengan tumit tangan
      2. dengan tangan, dimana ibu jari dilipat kedalam dan menempel pada telapak tangan
      3. memukul dengan tangan tergenggam.
  1. cekis
  1. sikap permulaan dengan mengambil sikap berdiri menyamping dengan tubuh bagian kiri lebih dekat kejaring.
  2. bola dipegang tangan kiri dan kanan.
  3. saat bola dilambungkan, badan diliukkan sedikit kebelakang dan lutut ditekuk
  4. kedua tangan dijulurkan kearah samping bawah kanan dalam keadaan memegang bola.
  5. bola dilambung keatas kepala dengan kedua belah tangan.
  6. setelah bola lepas, tangan kanan ditarik kesamping kanan bawah, liukkan badan kekanan.
  7. berat badan ada dikaki kanan,telapak tangan menghadap keatas
  8. setelah bola ada pada jangkauan tangan,secepatnya bersama sama lengan,liukkan badan kesamping kiri
  9. perkenaan bola bagian bawah belakang bola,pukulan bola dibantu liukkan badan dan lecutan tangan.
Service ada beberapa macam:
ñ Service atas adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
ñ Service bawah adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
ñ Service mengapung adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
Yang perlu diperhatikan dalam service antara lain :
ñ Sikap badan dan pandangan.
ñ Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
ñ Saat kapan harus memukul bola.
  •  Passing

ñ Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah)
ñ Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
ñ tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
ñ Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
ñ Passing Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
ñ Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
ñ Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
ñ Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
ñ Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan
ñ Menggunakan gerakan kaki untuk menambah power
2. Passing Atas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
a)       Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
b)       Badan sedikit condong ke depan, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola
c)       Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga
d)       Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan
e)       Menggunakan gerakan kaki untuk menambah kekuatan
  • Smash (spike)

Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada di atas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Teknik smash Menurut Muhajir Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal (2006,23). Menurut pendapat M. Mariyanto mengemukakan bahwa : “ Smash adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas , sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada di atas net , maka bola dapat dipukul tajam ke bawah .” (2006 : 128 ) Menurut Iwan Kristianto mengemukakan bahwa , Smash adalah pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan . “ (2003 : 143 ) . Spike adalah merupakan bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli . Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Teknik Smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang biasanya mematikan ke daerah lawan. Tes smash Menurut Sandika mengemukakan bahwa tes smash adalah tolok ukur untuk mengukur kemampuan smash.

  •   Membendung (blocking)
Bola yang melewati tangan bloker
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
ñ Jongkok, bersiap untuk melompat.
ñ Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
ñ Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian melakukan block.
Block ada dua macam. 1. block tunggal 2. block ganda Block tunggal adalah membendung bola yang dilakukan oleh satu orang pemain Block ganda adalah membendung bola yang dilakukan oleh dua orang pemain atau lebih.Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan block ganda antara lain adalah memadukan langkah kaki dan kerjasama antar blocker dalam menentukan waktu lompatan dan arah pergerakan bola.
  •  Kedudukan pemain (posisi pemain)

Pada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan / didaerahnya masing-masing dalam 2 deret kesamping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di belakang. Pemain nomor satu dinamakan server, pemain kedua dinamakan spiker, pemain ketiga dinamakan set upper atautosser,pemain nomor empat dinamakan blocker, pemain nomor lima dan enam dinamakan libero
A. Latar Belakang Konferensi Asia Afrika
Sebelum perang dunia II, negara-negara dunia ketiga yang berada di kawasan benua Asia dan Afrika umumnya adalah daerah jajahan. Namun setelah berakhirnya perang dunia II pada Agustus 1945, negara-negara dunia ketiga menjadi bangkit dan semakin meningkatkan perjuangan mereka untuk memperoleh kemerdekaan. Hal tersebutlah yang menyebabkan timbulnya konflik dan pergolakan di berbagai tempat seperti konflik di Semenanjung Korea, Vietnam, Palestina, Yaman, Daratan China, Afrika, dan Indonesia.

Kondisi keamanan dunia yang masih belum stabil pasca berakhirnya perang dunia kedua tersebut semakin diperparah dengan munculnya perang dingin antara dua blok yang saling berseberangan yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat, dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Sovyet. Kedua kekuatan besar yang saling berlawanan baik secara ideologis maupun kepentingan tersebut terus berlomba-lomba untuk membangun senjata modern, sehingga situasi dunia pada saat itu selalu diliputi oleh kecemasan akan terjadinya perang nuklir.

Kondisi tersebutlah yang mendorong negara-negara yang baru merdeka untuk menggalang persatuan dan mencari jalan keluar demi meredakan ketegangan dunia dan memelihara perdamaian.

B. Persiapan Penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika
Sebelum Konferensi Asia Afrika (KAA) diselenggarakan, telah terlebih dahulu dilaksanakan pertemuan pendahuluan di Colombo (Srilanka) pada tanggal 28 April 1954 hingga 2 Mei 1954. Pertemuan inilah yang dikenal sebagai Konferensi Colombo. Hasil dari Konferensi Colombo ini adalah kesepakatan untuk menyelenggarakan konferensi lanjutan antara negara-negara Asia-Afrika.

Pertemuan selanjutnya diadakan di Bogor (Indonesia) pada tanggal 28-31 Desember 1954. Dalam pertemuan ini, dibahas mengenai persiapan penyelenggaraan KAA. Konferensi di Bogor ini dikenal sebagai Konferensi Panca Negara. Hasil dari Konferensi Panca Negara antara lain:

Mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada bulan April 1955.
Menetapkan kelima negara peserta Konferensi Panca Negara (Konferensi Bogor) sebagai negara-negara sponsor.
Menetapkan jumlah negara Asia Afrika yang akan diundang.
Menentukan tujuan pokok Konferensi Asia Afrika.

Konferensi Panca Negara sendiri dihadiri oleh lima negara pelopor, yaitu:
Indonesia, diwakili oleh Perdana Menteri Mr. Ali Sastroamijoyo.
India, diwakili oleh Perdana Menteri Shri Pandit Jawaharlal Nehru.
Pakistan, diwakili oleh Perdana Menteri Muhammad Ali Bogra.
Srilanka, diwakili oleh Perdana Menteri Sir John Kotelawa.
Burma (sekarang Myanmar), diwakili oleh Perdana Menteri U Nu.

C. Tujuan Konferensi Asia Afrika
Tujuan diselenggarakan KAA antara lain:
Kepentingan bersamaa negara-negara Asia Afrika.
Meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
Kedaulatan negara, imperialisme, dan masalah-masalah rasialisme.
Kedudukan negara-negara Asia Afrika dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

D. Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika
Konferensi Asia Afrika dilaksanakan dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18-25 April 1955. Konferensi ini berlangsung di Gedung Merdeka yang sekarang terletak di Jalan Asia Afrika, Bandung. Konfrensi yang dibuka secara resmi oleh Presiden Sukarno pada tanggal 18 April 1955 ini dihadiri oleh 29 negara, dan dan 6 diantaranya adalah negara-negara Afrika.

Gedung Merdeka

Ke-29 negara peserta Konferensi Asia Afrika di Bandung tersebut antara lain:




Afganistan, Yordania, Saudi Arabia, Burma, Kamboja, Srilanka, Jepang, Laos, Sudan, Ethiopia, Libanon, Suriah, Filipina, Liberia, Turki, Ghana, Libya, Vietnam Selatan, India, Thailand, Vietnam Utara, Indonesia, Mesir, Yaman, Irak, Nepal, Pakistan, Iran, dan RRC.




Susunan pengurus Konferensi Asia Afrika adalah sebagai berikut:



Ketua Komite : Mr. Ali Sastroamijoyo
Ketua Komite Ekonomi : Prof. Ir Rooseno
Ketua Komite Kebudayaan : Mr. Moh. Yamin
Sekretaris Jenderal : Roeslan Abdul Ghani


Berbagai masalah yang dibahas dalam konferensi tersebut antara lain:

Usaha untuk meningkatkan kerjasama bidang ekonomi, sosial, budaya, dan hak asasi manusia.
Hak menentukan nasib sendiri.
Rasialisme (perbedaan warna kulit).
Kerjasama internasional.
Masalah pelucutan senjata.
Masalah rakyat yang masih terjajah di Afrika Utara.
Masalah Irian Barat.


E. Hasil Konferensi Asia Afrika






Hasil Konferensi Asia Afrika yang paling penting adalah telah terjadinya suatu kerjasama di antara negara-negara Asia Afrika. Selain itu, pertemuan KAA telah berhasil pula merumuskan sepuluh asas yang tercantum dalam Dasasila Bandung. Dalam Dasasila Bandung, tercermin penghargaan terhadap hak asasi manusia, kedaulatan semua bangsa, dan perdamaian dunia. Dan berikut adalah isi Dasasila Bandung.




Dasasila Bandung



Menghormati hak-hak asasi manusia sesuai dengan Piagam PBB.
Menghormati kedaulatan wilayah setiap bangsa.
Mengakui persamaan semua ras dan persamaan semua bangsa baik besar maupun kecil.
Tidak melakukan campur tangan dalam soal-soal dalam negara lain.
Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian atau secara kolektif.
Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.
Tidak melakukan agresi terhadap negara lain.
Menyelesaikan masalah dengan jalan damai.
Memajukan kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.
no image
Mekanisme Perkecambahan
FISIOLOGI TUMBUHAN
Salam pertanian! Dalam dunia pertanian, Zat Pengatur Tumbuh atau sering kita sebut dengan ZPT mempunyai peranan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan untuk kelangsungan hidup suatu tanaman. Zat pengatur Tumbuh adalah senyawa organik yang bukan hara yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung, menghambat dan dapat merubah proses fisiologi tumbuhan.
Zat Pengatur Tumbuh dalam tanaman terdiri dari lima kelompok yaitu Auxin,gibberellin, cytokinin, ethylene dan inhibitor dengan ciri khas dan pengaruh yang berlainan terhadap proses fisiologis.
Auxin adalah senyawa yang dicirikan oleh kemampuannya dalam mendukung terjadinya perpanjangan sel (cell elongation) pada pucuk, dengan struktur kimia dicirikan oleh adanya Indole Ring.
Sedangkan yang dimaksud dengan gibberellin adalah senyawa yang mengandung Gibban skeleton, menstimulasi pembelahan sel (cell division), perpanjangan sel atau keduanya.
Zat Pengatur Tumbuh Cytokinin adalah senyawa yang mempunyai bentuk dasar adenine (6-amino purine) yang mendukung terjadinya pembelahan sel.
Ethylene senyawa yang terdiri dari 2 atom karbon dan 4 atom hidrogen. Dalam keadaan normal ZPT ini akan berbentuk gas, mempunyai peranan dalam proses pematangan buah dalam fase climacteric.
ZPT yang terakhir adalah Inhibitor yang berperan dalam penghambatan proses biokimia dan proses fisiologis bagi aktivitas keempat Zat Pengatur Tumbuh diatas.
Kelima ZPT diatas secara syntetik telah dibuat untuk keperluan pertanian dan research, yang tentunya akan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan alam dan pertanian.
Hormon tumbuhan, atau fitohormon, adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara(nutrien), baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil mampu mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan (taksis) tumbuhan[1]. "Kadar kecil" yang dimaksud berada pada kisaran satumilimol per liter sampai satu mikromol per liter.
Penggunaan istilah "hormon" sendiri menggunakan analogi fungsi hormon pada hewan. Namun demikian, hormon tumbuhan tidak dihasilkan dari suatu jaringan khusus berupakelenjar buntu (endokrin) sebagaimana hewan, tetapi dihasilkan dari jaringan non-spesifik (biasanya meristematik) yang menghasilkan zat ini apabila mendapat rangsang. Penyebaran hormon tumbuhan tidak harus melalui sistem pembuluh karena hormon tumbuhan dapat ditranslokasi melalui sitoplasma atau ruang antarsel.
Hormon tumbuhan dihasilkan sendiri oleh individu yang bersangkutan ("endogen"). Pemberian hormon dari luar sistem individu dapat pula dilakukan ("eksogen"). Pemberian secara eksogen dapat juga melibatkan bahan kimia non-alami (sintetik, tidak dibuat dari ekstraksi tumbuhan) yang menimbulkan rangsang yang serupa dengan fitohormon alami. Oleh karena itu, untuk mengakomodasi perbedaan dari hormon hewan, dipakai pula istilah zat pengatur tumbuh tumbuhan (bahasa Inggris: plant growth regulator/substances) bagi hormon tumbuhan.
Kelompok hormon
Terdapat ratusan hormon tumbuhan atau zat pengatur tumbuh (ZPT) yang dikenal orang, baik yang endogen maupun yang eksogen. Pengelompokan dilakukan untuk memudahkan identifikasi, dan didasarkan terutama berdasarkan efek fisiologi yang sama, bukan semata kemiripan struktur kimia. Pada saat ini dikenal lima kelompok utama hormon tumbuhan, yaituauksin (bahasa Inggris: auxins), sitokinin (cytokinins), giberelin (gibberellins, GAs), etilena(etena, ETH), dan asam absisat (abscisic acid, ABA). Tiga kelompok yang pertama bersifat positif bagi pertumbuhan pada konsentrasi fisiologis, etilena dapat mendukung maupun menghambat pertumbuhan, dan asam absisat merupakan penghambat (inhibitor) pertumbuhan. Selain kelima kelompok itu, dikenal pula kelompok-kelompok lain yang berfungsi sebagai hormon tumbuhan namun diketahui bekerja untuk beberapa kelompok tumbuhan atau merupakan hormon sintetik, seperti brasinosteroid, asam jasmonat, asam salisilat, danpoliamina. Beberapa senyawa sintetik berperan sebagai inhibitor (penghambat perkembangan).
Auksin
Ada 9 auksin indol, 14 sitokinin, 52 giberelin, tiga asam absisat, dan satu etilena yang dihasilkan secara alami dan telah diekstraksi orang[1]. ZPT sintetik ada yang memiliki fungsi sama dengan ZPT alami, meskipun secara struktural berbeda. Dalam praktik, seringkali ZPT sintetik (buatan manusia) lebih efektif atau lebih murah bila diaplikasikan untuk kepentinganusaha tani daripada ekstraksi ZPT alami.
Auksin dicirikan sebagai substansi yang merangsang pembelokan ke arah cahaya (fotonasti) pada bioassay terhadap koleoptil haver (Avena sativa) pada suatu kisaran konsentrasi. Kebanyakan auksin alami memiliki gugus indol. Auksin sintetik memiliki struktur yang berbeda-beda. Beberapa auksin alami adalah asam indolasetat (IAA) dan asam indolbutirat (IBA). Auksin sintetik (dibuat oleh manusia) banyak macamnya, yang umum dikenal adalah asam naftalenasetat (NAA), asam beta-naftoksiasetat (BNOA), asam 2,4-diklorofenoksiasetat (2,4-D), dan asam 4-klorofenoksiasetat (4-CPA). 2,4-D juga dikenal sebagai herbisida pada konsentrasi yang jauh lebih tinggi
.
Sitokinin
Golongan sitokinin, sesuai namanya, merangsang atau terlibat dalam pembelahan sel(cytokinin berarti "terkait dengan pembelahan sel"). Senyawa dari golongan ini yang pertama ditemukan adalah kinetin. Kinetin diekstrak pertama kali dari cairan sperma ikan hering, namun kemudian diketahui ditemukan pada tumbuhan dan manusia. Selanjutnya, orang menemukan pula zeatin, yang diekstrak dari bulir jagung yang belum masak. Zeatin juga diketahui merupakan komponen aktif utama pada air kelapa, yang dikenal memiliki kemampuan mendorong pembelahan sel[2]. Sitokinin alami lain misalnya adalah 2iP.
Sitokinin alami merupakan turunan dari purin. Sitokinin sintetik kebanyakan dibuat dari turunan purin pula, seperti N6-benziladenin (N6-BA) dan 6-benzilamino-9-(2-tetrahidropiranil-9H-purin) (PBA).
Giberelin atau asam giberelat
Golongan ini merupakan golongan yang secara struktur paling bermiripan, dan diberi nama dengan nomor urut penemuan atau pembuatannya. Senyawa pertama yang ditemukan memiliki efek fisiologi adalah GA3 (asam giberelat 3). GA3 merupakan substansi yang diketahui menyebabkan pertumbuhan membesar pada padi yang terserang fungi Gibberella fujikuroi.
Etilena
Etilena atau etena merupakan satu-satunya zat pengatur tumbuh yang berwujud gas pada suhu dan tekanan ruangan (ambien). Selain itu, etilena tidak memiliki variasi bentuk yang lain. Peran senyawa ini sebagai perangsang pemasakan buah telah diketahui sejak lama meskipun orang hanya tahu dari praktek tanpa mengetahui penyebabnya. Pemeraman merupakan tindakan menaikkan konsentrasi etilena di sekitar jaringan buah untuk mempercepat pemasakan buah.Pengarbitan adalah tindakan pembentukan asetilena (etuna atau gas karbid); yang di udara sebagian akan tereduksi oleh gas hidrogen menjadi etilena.
Berbagai substansi dibuat orang sebagai senyawa pembentuk etilena, seperti ethephon (asam 2-kloroetil-fosfonat, diperdagangkan dengan nama Ethrel) dan beta-hidroksil-etilhidrazina (BOH). Senyawa BOH dapat pula memicu pembentukan bunga pada nanas.
Kalium nitrat diketahui juga merangsang pemasakan buah, namun belum diketahui secara pasti hubungannya dengan perangsangan pembentukan etilena secara endogen.
Inhibitor
Inhibitor alami adalah asam absisat atau ABA. ABA selanjutnya dapat diproses menjadi bentuk tidak aktif yang disebut sebagai metabolit ABA. Berbagai senyawa sintetik dibuat dan diperdagangkan untuk menghambat atau menunda proses metabolisme, seperti MH, (2-kloroetil)trimetilamonium klorida (CCC, merek dagang Cycocel dan Chlormequat), SADH,ancymidol, asam triiodobenzoat (TIBA), dan morphactin.
Manfaat
Pemahaman terhadap fitohormon pada masa kini telah membantu peningkatan hasil pertaniandengan ditemukannya berbagai macam zat sintetik yang memiliki pengaruh yang sama dengan fitohormon alami. Aplikasi zat pengatur tumbuh dalam pertanian modern mencakup pengamanan hasil (seperti penggunaan Cycocel untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap lingkungan yang kurang mendukung), memperbesar ukuran dan meningkatkan kualitas produk (misalnya dalam teknologi semangka tanpa biji), atau menyeragamkan waktu berbunga (misalnya dalam aplikasi etilena untuk penyeragaman pembungaan tanaman buah musiman), untuk menyebut beberapa contohnya.
PERKECAMBAHAN & DORMANSI BIJI
Proses perkecambahan
Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum"). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik.
Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Fitohormonasam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Berdasarkan kajianekspresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokus-lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3 (ABI3), FUSCA 3 (FUS3), dan LEAFY COTYLEDON 1 (LEC1) menurun perannya (downregulated) dan sebaliknya lokus-lokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC ACID 1 (GA1), GA2, GA3, GAI,ERA1, PKL, SPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA.[1]
Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukanmitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah.
Tipe perkecambahan
Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan epigeal. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung. Pada epigeal hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada kacang hijau dan jarak. Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli agronomi untuk memperkirakan kedalaman tanam.
Dormansi adalah suatu keadaan berhenti tumbuh yang dialami organisme hidup atau bagiannya sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. Dengan demikian, dormansi merupakan suatu reaksi atas keadaan fisik atau lingkungan tertentu. Pemicu dormansi dapat bersifat mekanis, keadaan fisik lingkungan, atau kimiawi.
Banyak biji tumbuhan budidaya yang menunjukkan perilaku ini. Penanaman benih secara normal tidak menghasilkan perkecambahan atau hanya sedikit perkecambahan. Perlakuan tertentu perlu dilakukan untuk mematahkan dormansi sehingga benih menjadi tanggap terhadap kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan. Bagian tumbuhan yang lainnya yang juga diketahui berperilaku dorman adalah kuncup.
PENYEBAB TERJADINYA DORMANSI
Benih yang mengalami dormansi ditandai oleh : 
Rendahnya / tidak adanya proses imbibisi air. 
Proses respirasi tertekan / terhambat. 
Rendahnya proses mobilisasi cadangan makanan. 
Rendahnya proses metabolisme cadangan makanan. 
Kondisi dormansi mungkin dibawa sejak benih masak secara fisiologis ketika masih berada pada tanaman induknya atau mungkin setelah benih tersebut terlepas dari tanaman induknya. Dormansi pada benih dapat disebabkan oleh keadaan fisik dari kulit biji dan keadaan fisiologis dari embrio atau bahkan kombinasi dari kedua keadaan tersebut.
Secara umum menurut Aldrich (1984) Dormansi dikelompokkan menjadi 3 tipe yaitu : 
Innate dormansi (dormansi primer) 
Induced dormansi (dormansi sekunder) 
Enforced dormansi 
Sedangkan menurut Sutopo (1985) Dormansi dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu : 
Dormansi Fisik, dan 
Dormansi Fisiologis 
Dormansi Fisik disebabkan oleh pembatasan struktural terhadap perkecambahan biji, seperti kulit biji yang keras dan kedap sehingga menjadi penghalang mekanis terhadap masuknya air atau gas-gas ke dalam biji.
Beberapa penyebab dormansi fisik adalah :
Impermeabilitas kulit biji terhadap air
Benih-benih yang termasuk dalam type dormansi ini disebut sebagai "Benih keras" karena mempunyai kulit biji yang keras dan strukturnya terdiri dari lapisan sel-sel serupa palisade berdinding tebal terutama di permukaan paling luar. Dan bagian dalamnya mempunyai lapisan lilin dan bahan kutikula.
Resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio
Disini kulit biji cukup kuat sehingga menghalangi pertumbuhan embrio. Jika kulit biji dihilangkan, maka embrio akan tumbuh dengan segera.
Permeabilitas yang rendah dari kulit biji terhadap gas-gas
Pada dormansi ini, perkecambahan akan terjadi jika kulit biji dibuka atau jika tekanan oksigen di sekitar benih ditambah. Pada benih apel misalnya, suplai oksigen sangat dibatasi oleh keadaan kulit bijinya sehingga tidak cukup untuk kegiatan respirasi embrio. Keadaan ini terjadi apabila benih berimbibisi pada daerah dengan temperatur hangat.
Dormansi Fisiologis, dapat disebabkan oleh sejumlah mekanisme, tetapi pada umumnya disebabkan oleh zat pengatur tumbuh, baik yang berupa penghambat maupun perangsang tumbuh
Beberapa penyebab dormansi fisiologis adalah :
Immaturity Embrio
Pada dormansi ini perkembangan embrionya tidak secepat jaringan sekelilingnya sehingga perkecambahan benih-benih yang demikian perlu ditunda. Sebaiknya benih ditempatkan pada tempe-ratur dan kelembapan tertentu agar viabilitasnya tetap terjaga sampai embrionya terbentuk secara sempurna dan mampu berkecambah.
After ripening
Benih yang mengalami dormansi ini memerlukan suatu jangkauan waktu simpan tertentu agar dapat berkecambah, atau dika-takan membutuhkan jangka waktu "After Ripening". After Ripening diartikan sebagai setiap perubahan pada kondisi fisiologis benih selama penyimpanan yang mengubah benih menjadi mampu berkecambah. Jangka waktu penyimpanan ini berbeda-beda dari beberapa hari sampai dengan beberapa tahun, tergantung dari jenis benihnya.
Dormansi Sekunder
Dormansi sekunder disini adalah benih-benih yang pada keadaan normal maupun berkecambah, tetapi apabila dikenakan pada suatu keadaan yang tidak menguntungkan selama beberapa waktu dapat menjadi kehilangan kemampuannya untuk berkecambah. Kadang-kadang dormansi sekunder ditimbulkan bila benih diberi semua kondisi yang dibutuhkan untuk berkecambah kecuali satu. Misalnya kegagalan memberikan cahaya pada benih yang membutuhkan cahaya.
Diduga dormansi sekunder tersebut disebabkan oleh perubahan fisik yang terjadi pada kulit biji yang diakibatkan oleh pengeringan yang berlebihan sehingga pertukaran gas-gas pada saat imbibisi menjadi lebih terbatas.
Dormansi yang disebabkan oleh hambatan metabolis pada embrio.
Dormansi ini dapat disebabkan oleh hadirnya zat penghambat perkecambahan dalam embrio. Zat-zat penghambat perkecambahan yang diketahui terdapat pada tanaman antara lain : Ammonia, Abcisic acid, Benzoic acid, Ethylene, Alkaloid, Alkaloids Lactone (Counamin) dll.
Counamin diketahui menghambat kerja enzim-enzim penting dalam perkecambahan seperti Alfa dan Beta amilase.
Tipe dormansi lain selain dormansi fisik dan fisiologis adalah kombinasi dari beberapa tipe dormansi. Tipe dormansi ini disebabkan oleh lebih dari satu mekanisme. Sebagai contoh adalah dormansi yang disebabkan oleh kombinasi dari immaturity embrio, kulit biji indebiscent yang membatasi masuknya O2 dan keperluan akan perlakuan chilling.
Cara praktis meme-cahkan dormansi pada benih tanaman pangan.
Untuk mengetahui dan membedakan/memisahkan apakah suatu benih yang tidak dapat berkecambah adalah dorman atau mati, maka dormansi perlu dipecahkan. Masalah utama yang dihadapi pada saat pengujian daya tumbuh/kecambah benih yang dormansi adalah bagaimana cara mengetahui dormansi, sehingga diperlukan cara-cara agar dormansi dapat dipersingkat.
Ada beberapa cara yang telah diketahui adalah :
Dengan perlakuan mekanis.
Diantaranya yaitu dengan Skarifikasi.
Skarifikasi mencakup cara-cara seperti mengkikir/menggosok kulit biji dengan kertas amplas, melubangi kulit biji dengan pisau, memecah kulit biji maupun dengan perlakuan goncangan untuk benih-benih yang memiliki sumbat gabus.
Tujuan dari perlakuan mekanis ini adalah untuk melemahkan kulit biji yang keras sehingga lebih permeabel terhadap air atau gas.
Dengan perlakuan kimia.
Tujuan dari perlakuan kimia adalah menjadikan agar kulit biji lebih mudah dimasuki air pada waktu proses imbibisi. Larutan asam kuat seperti asam sulfat, asam nitrat dengan konsentrasi pekat membuat kulit biji menjadi lebih lunak sehingga dapat dilalui oleh air dengan mudah. 
Sebagai contoh perendaman benih ubi jalar dalam asam sulfat pekat selama 20 menit sebelum tanam. 
Perendaman benih padi dalam HNO3 pekat selama 30 menit. 
Pemberian Gibberelin pada benih terong dengan dosis 100 - 200 PPM. 
Bahan kimia lain yang sering digunakan adalah potassium hidroxide, asam hidrochlorit, potassium nitrat dan Thiourea. Selain itu dapat juga digunakan hormon tumbuh antara lain: Cytokinin, Gibberelin dan iuxil (IAA).
Perlakuan perendaman dengan air.
Perlakuan perendaman di dalam air panas dengan tujuan memudahkan penyerapan air oleh benih.
Caranya yaitu : dengan memasukkan benih ke dalam air panas pada suhu 60 - 70 0C dan dibiarkan sampai air menjadi dingin, selama beberapa waktu. Untuk benih apel, direndam dalam air yang sedang mendidih, dibiarkan selama 2 menit lalu diangkat keluar untuk dikecambahkan.
Perlakuan dengan suhu.
Cara yang sering dipakai adalah dengan memberi temperatur rendah pada keadaan lembap (Stratifikasi). Selama stratifikasi terjadi sejumlah perubahan dalam benih yang berakibat menghilangkan bahan-bahan penghambat perkecambahan atau terjadi pembentukan bahan-bahan yang merangsang pertumbuhan.
Kebutuhan stratifikasi berbeda untuk setiap jenis tanaman, bahkan antar varietas dalam satu famili.
Perlakuan dengan cahaya.
Cahaya berpengaruh terhadap prosentase perkecambahan benih dan laju perkecambahan. Pengaruh cahaya pada benih bukan saja dalam jumlah cahaya yang diterima tetapi juga intensitas cahaya dan panjang hari.
Rabu, 18 Maret 2015
no image Pilihan ganda
1. C 21. C
2. C 22. A
3. A 23. B
4. B 24. E
5. C 25. C
6. D 26. D
7. D 27. A
8. B 28. C
9. A 29. C
10. C 30. D
11. B 31. B
12. C 32. E
13. B 33. C
14. C 34. E
15. E 35. B
16. B 36. C
17. A 37. B
18. E 38. C
19. E 39. C
20. E 40. C

  UAS Kimia Kelas XII sem 1
Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E di depan jawaban yang benar!
1. Dalam 1 liter larutan terdapat 10 gram C6H12O6, maka tekanan osmosis larutan tersebut pada suhu 27 °C adalah … atm.
A. 0,1
B. 0,2
C. 1,36
D. 1,82
E. 2
2. 0,54 molal larutan CaCl2 memiliki derajad disosiasi 0,6. Jika Kf= 1,86, berapakah penurunan titik beku larutan tersebut?
A. 1,0
B. 1,6
C. 2,2
D. 2,8
E. 3,4
3. Larutan 19,2% naftalena (Mr = 128) dalam benzena (Mr = 78) mempunyai fraksimol ….
A. 0,13
B. 0,14
C. 0,24
D. 0,87
E. 1,18
4. Titik beku larutan NaCl 0,1 M dalam air adalah -0,36 oC, maka titik beku larutan CaCl2 0,05 M dalam air adalah ….
A. –0,54
B. –0,45
C. –0,36
D. –0,27
E. –0,18
5. Konsentrasi 0,01 M larutan di bawah ini yang memiliki tekanan osmosis paling besar pada suhu yang sama adalah ….
A. NaCl
B. CO(NH2)2
C. FeCl3
D. NaOH
E. KNO3
6. Energi listrik yang dihasilkan dalam sel Volta dihasilkan oleh ….
A. reaksi reduksi
B. reaksi oksidasi
C. netralnya muatan listrik
D. aliran elektron
E. merupakan rangkaian tertutup
7. Unsur Mn dengan bilangan oksidasi tertinggi terdapat pada senyawa ….
A. MnO2
B. K2MnO4
C. MnO
D. KMnO4
E. Mn2O3
8. Karat dari unsur logam tergolong senyawa ….
A. hidrida
B. oksida
C. halida
D. karbonil
E. karboksil
9. Logam Na akan dihasilkan pada elektrolisis ….
A. lelehan NaCl
B. larutan NaOH
C. larutan NaBr
D. larutan NaI
E. larutan NaF
10. Larutan elektrolit yang digunakan pada penyepuhan logam dengan logam perak adalah ….
A. asam nitrat
B. perak murni
C. perak nitrat
D. asam sulfat
E. air
11. Identifikasi khas unsur logam alkali dan alkali tanah dengan ….
A. reaksi pengendapan
B. reaksi nyala
C. reaksi pengompleksan
D. reaksi penguapan
E. reaksi penetralan
12. Unsur yang paling banyak terdapat di atmosfer adalah ….
A. hidrogen
B. oksigen
C. nitrogen
D. helium
E. argon
13. Senyawa sumber unsur aluminium adalah ….
A. alumina
B. bauksit
C. kapur klor
D. posporus
E. batuan karbonat
14. Unsur belerang terdapat dalam keadaan senyawa ditemukan di ….
A. udara
B. tanah
C. kawah gunung berapi
D. batuan
E. air
15. Di bawah ini adalah sifat fisis unsur, kecuali ….
A. titik didih
B. titik leleh
C. jari-jari atom
D. afinitas
E. kereaktifan
16. Sifat kemagnetan unsur transisi periode keempat disebabkan oleh .…
A. mempunyai sifat logam
B. adanya elektron tak berpasangan dalam orbital d
C. memiliki bilangan oksidasi lebih dari satu
D. dapat membentuk senyawa kompleks
E. bersifat katalis
17. Logam alkali tanah bersifat lunak karena ….
A. mempunyai ikatan logam yang lemah
B. jari-jari atom makin besar dari atas ke bawah
C. mempunyai sifat yang reaktif
D. dapat melepas satu elektron
E. mempunyai sifat reduktor kuat
18. Halogen bersifat oksidator kuat karena ….
A. jari-jarinya kecil
B. dapat bereaksi dengan air
C. tidak terdapat bebas di alam
D. dapat mengoksidasi halogen lain
E. potensial reduksinya sangat positif
19. Senyawa halogen yang paling asam adalah ….
A. F2
B. HF
C. HBr
D. HI
E. HCl
20. N2 didapat dengan cara ….
A. mereduksi udara
B. mengoksidasi udara
C. memurnikan udara dalam ruang vakum
D. mendidihkan udara hingga N2menguap dan ditampung
E. mencairkan udara dalam kompresor hingga titik cairnya
21. Unsur dibawah ini yang berperan dalam pembentukan hujan asam adalah ….
A. magnesium
B. argentum
C. nitrogen
D. oksigen
E. klorida
22. Argon digunakan sebagai gas pengisi bola lampu pijar karena ….
A. tidak bereaksi dengan kawat wolfram
B. tahan suhu tinggi
C. ringan
D. tidak berwarna
E. dapat enciptakan suhu rendah
23. Unsur halogen yang digunakan sebagai antiseptik adalah ….
A. klorin
B. iodin
C. bromin
D. fluorin
E. hidrogen
24. Unsur oksigen didapat dengan cara ….
A. elektrolisis
B. reaksi pembakaran
C. metalurgi
D. pemurnian
E. penyulingan bertingkat
25. Pupuk anorganik berikut mengandung unsur N, kecuali ….
A. urea
B. ZA
C. TSP
D. amofos
E. patozote
26. Di bawah ini adalah unsur yang tergolong unsur makro yang berperan pada tanaman, kecuali ….
A. O
B. Mg
C. N
D. Cl
E. H
27. Pembuatan H2SO4 pertama kali dilakukan dengan ….
A. kamar timbal
B. proses kontak
C. elektrolisis
D. destilasi bertingkat
E. metalurgi
28. Senyawa yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah ….
A. NO2
B. SO2
C. CO2
D. NO
E. SO
29. Logam aluminium didapat dari pengolahan bijih bauksit dengan tahap-tahap ….
A. penguapan-pemisahan
B. pengendapan-penyaringan
C. pemisahan-elektrolisis
D. pemurnian-pemisahan
E. penguapan-elektrolisis
30. Berikut ini adalah kegunaan magnesium, kecuali ….
A. sebagai pereaksi Grignard
B. sebagai bahan konstruksi pesawat terbang
C. sebagai bahan pembuat kembang api
D. sebagai bahan pembuatan kaca
E. sebagai obat sakit maag
31. Bilangan yang menyatakan jumlah partikel yang meluruh setiap detiknya disebut ….
A. waktu paruh
B. aktivitas radioaktif
C. tetapan peluruhan
D. selang waktu
E. massa inti atom
32. Unsur di bawah ini adalah unsur yang stabil, kecuali ….
A. 4A9
B. 9B19
C. 30C69
D. 50D118
E. 84E209
33. Urutan daya tembus sinar radioaktif dimulai dari yang paling kuat adalah….
A. α, β, dan ϒ
B. β,ϒ , dan α
C. ϒ,β , dan α
D. α,ϒ , dan β
E. ϒ, α, dan β
34. Hukum kekekalan yang tidak berlaku pada persamaan reaksi inti adalah ….
A. Hukum Kekekalan Nomor Atom
B. Hukum Kekekalan Nomor Massa
C. Hukum Kekekalan Energi-Massa
D. Hukum Kekekalan Momentum
E. Hukum Kekekalan Volume
35. Reaktor yang berfungsi menghasilkan bahan bakar inti adalah ….
A. reaktor penelitian
B. reaktor pembiak
C. reaktor pembangkit tenaga
D. reaktor produk
E. reaktor fusi
36. Suatu unsur radioaktif Y ditembak partikel α dengan persamaan reaksi: α+ 2Y9 5X13 + z, maka simbol z menunjukkan partikel ….
A. positron
B. neutron
C. elektron
D. eroton
E. gamma
37. Suatu peluruhan inti radioaktif unsur X menghasilkan 86Rn222 , sinar alfa, dan sinar gamma. Unsur X tersebut adalah ….
A. 86Po224
B. 88Rn227
C. 89Ac226
D. 87 Fr224
E. 88Ra226
38. Inti zat radioaktif mengalami peluruhan seperti data berikut.
Selang waktu (t) tahun Banyak partikel (N) gram
0 400
2 300
4 250
6 200
Waktu paruh zat radioaktif tersebut adalah … tahun.
A. 2
B. 4
C. 6
D. 8
E. 10
39. Persamaan reaksi a + Y X + b + Q, dengan Q adalah energi yang terlibat dalam reaksi. Persamaan reaksi tersebut akan menghasilkan energi jika ….
A. Q < 0
B. Q = 0
C. Q > 0
D. Q < atau = 0
E. Q > atau = 0
40. Reaktor atom adalah suatu alat untuk ….
A. memulai reaksi fisi
B. menghasilkan reaksi berantai
C. mengendalikan reaksi fisi
D. memanfaatkan energi yang dihasilkan
E. menghasilkan inti atom yang lebih Berat
Jumat, 27 Februari 2015
no image

Ms. WORD
1. Microsoft Word merupakan program …
a. Pengolah video
b. Pengolah film
 
c. Pengolah kata
 
d. Pengolah suara
 
e. Pengolah angka
 
 
2. Kotak number of coloums pada jendela insert table menyatakan …
a. Banyaknya kolom yang dibuat
 
b. Banyaknya baris yang dibuat
 
c. Banyaknya garis yang dibuat
 
d. Banyaknya table yang dibuat
 
e. Banyaknya kolom yang dihapus
 
 
3. Perintah untuk membuat dokumen Microsoft Word baru adalah …
a. File – save
 
b. File – view
 
c. File – new
 
d. File – open
 
e. File – delete
 
 
4. Bila kita ingin membuat huruf dengan ukuran besar dan berada diantara beberapa baris dalam satu paragraph, maka kita menggunakan …
a. Change cause
 
b. Word art
 
c. Auto shape
 
d. Drop cap
 
e. Text box
 

5. Cara menampilkan toolbar table yang benar adalah …
a. Klik menu view – toolbars – table
 
b. Klik menu view – table – toolbars
 
c. Klik menu toolbars – view – table
 
d. Klik menu table – view – toolbars
 
e. Klik menu table – toolbars – view
 
6. Berikut ini adalah pekerjaan-pekerjaan yang tepat apabila dikerjakan dengan aplikasi Microsoft Word, kecuali …
a. Membuat laporan kegiatan study tour
 
b. Membuat makalah
 
c. Membuat laporan keuangan
 
d. Menulis surat
 
e. Membuat laporan proposal
 
7. Perintah untuk membuat table berada pada menu …
a. Table
 
b. Format
 
c. File
 
d. Edit
 
e. Insert
 
8. Menu-menu berikut ini yang tidak terdapat pada aplikasi Microsoft Word adalah …
a. Format
 
b. Tools
 
c. Data
 
d. Edit
 
e. View
 
9. Undo berfungsi untuk …
a. Mengulang perintah
 
b. Membatalkan perintah
 
c. Mengatur paragraph
 
d. Meneruskan perintah
 
e. Kembali
 
10. Jumlah menu utama pada Microsoft Word ada …
a. 5
b. 6
c. 7
d. 8
e. 9

Ms. Excel 
11. Berikut ini adalah operator aritmatika yang dikenal oleh Excel, kecuali …
a. +, -, x, /
b. +, -, *
c. /, ?, !
d. +, *, (
e. /, +, ?
 
12. Perintah format – row – height adalah perintah untuk …
 
a. Mengatur lebar kolom
 
b. Mengcopy
 
c. Mengedit
 
d. Mengatur tinggi baris
 
e. Menyimpan
 
13. Bagian Excel yang digunakan untuk menggerakkan lembaran kerja dalam arah horizontal adalah …
a. Kontrol lembaran
 
b. Full screen
 
c. Scroll bar vertical
 
d. Scroll bar horizontal
 
e. Taks pane
 
14. Rumus yang siap pakai pada excel disebut …
a. Modus
 
b. Relatif
 
c. Logika
 
d. Fungsi
 
e. Absolut
 

15. Apa fungsi dari Average …
a. Mencari nilai terendah
 
b. Mencari nilai terbesar
 
c. Mencari rata-rata pada suatu range
 
d. Menjumlahkan data pada suatu range
 
e. Menjumlah baris
 

16. Untuk membuat work book / dokumen baru pada excel digunakan perintah …
a. Edit – cut
 
b. Edit – new
 
c. Edit
 
d. File – save
 
e. File – new
 

17. Di bawah ini adalah cara untuk mengubar lembar kolom …
a. Format – row – witdth
 
b. Format – colom – witdth
 
c. Colom
 
d. Mengatur lebar kolom
 
e. Mengatur tinggi baris
 

18. Toolbar yang ditampilkan secara default di jendela Excel adalah toolbar …
a. Start 
b. Chart dan formatting
 
c. Standard dan chart
 
d. Standard
 
e. Formatting dan standard
 
19. Untuk menampilkan toolbar dilakukan di menu …
a. Data
 
b. Program
 
c. Insert
 
d. View
 
e. Format
 
20. SUM digunakan untuk …
a. Menjumlah data pada suatu range
 
b. Mencari nilai terendah pada suatu range
 
c. Mengurangi data
 
d. Mencari nilai terbesar pada suatu range
 
e. Mencari nilai rata-rata pada suatu range
 

Ms. Power Point 
21. Untuk membuat sebuah presentasi, menggunakan program …
a. Ms. Power Point
 
b. Ms. Word
 
c. Ms. Excel
 
d. Ms. Office
 
e. Ms. Access
 
22. Lembar kerja pada Ms. Power Point disebut …
a. Row
 
b. Slide
 
c. Page
 
d. Sell
 
e. Right
 
23. Untuk memberi efek gerak pada presentasi dipilih …
a. Klik slide show layout
 
b. Klik slide show set up show
 
c. Klik slide show
 
d. Klik slide costum animation
 
e. Klik slide show view
 
24. Bagaimana cara membuat background pada Ms. Power Point …
a. Format – layout
 
b. Format – design
 
c. Format – cells
 
d. Format – animasi
 
e. Format – background
 
25. Untuk menampilkan atau menjalankan file presentasi adalah …
a. Klik save in
 
b. Klik slide show view show
 
c. Klik save as
 
d. Klik slide show animation
 
e. Klik slide show set up show
 
26. Langkah untuk menjalankan presentasi adalah …
 
a. Slide
 
b. Show
 
c. Slide show
 
d. Layout
 
e. Drop down
 
27. Untuk memberikan halaman pada slide presentasi adalah …
a. Chek list
 
b. Chek
 
c. Chek list slide
 
d. Chek number
 
e. Chek list slide number
 
28. Penampilan keseluruhan slide di layar kerja dalam ukuran kecil adalah …
a. Slide sorter view
 
b. Slide show
 
c. Drawing toolbar
 
d. Standard toolbar
 
e. View
 
29. Cara cepat menjalankan file presentasi …
a. F1
b. F2
c. F3
d. F4
e. F5
30. Apa yang dimaksud dengan read text file ?
 
a. File yang berupa diagram
 
b. File yang berupa text
 
c. File yang berupa gambar
 
d. File yang berupa presentasi
 
e. File yang berupa tabel
 

KUNCI JAWABAN

MS. WORD
 
1. A 6. C
 
2. C 7. A
 
3. C 8. C
 
4. C 9. B
 
5. D 10. E
 

MS. EXCEL
 
11. A 16. E
12. C 17. B
13. D 18. E
14. B 19. D
15. C 20. A

MS. POWER POINT
 
21. A 26. C
 
22. B 27. D
 
23. D 28. A
 
24. E 29. E
 
25. B 30. B
Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 SPECIAL WINNER All Right Reserved